Category Archives: Bunga Rampai

bripda taufik

Kisah Bripda Taufik yang tinggal di bekas kandang sapi

ILMU KEPOLISIAN – Seorang polisi di Yogyakarta, bernama Bripda Muhammad Taufik Hidayat yang tinggal di bekas kandang sapi mendadak jadi sorotan di tengah mencuatnya kasus dugaan rekening mencurigakan seorang jenderal. Hal ini sebagaimana dilansir oleh laman news.liputan6.com beberapa waktu yang lalu.

Taufik menceritakan awal mula keluarganya tinggal di bekas kandang sapi. Yakni lantaran orangtuanya cerai. Taufik dan adiknya ikut ayah. Setelah itu, rumah dijual dan uang hasil jual rumah hanya bisa digunakan untuk membeli mobil pikap sebagai modal usaha dan sewa lahan di kandang sapi itu.

“Rumah waktu itukan sejak bapak ibu cerai rumah dijual sama ibu. Rencananya mau bikin rumah lagi nggak bisa. Akhirnya saya sama adik-adik dan bapak di situ dan ibu saya nikah lagi. Anak-anak semuanya ikut bapak,” ujar polisi yang punya hobi nyanyi itu.

Anggota polisi tersebut mengungkapkan uang sewa rumah bekas kandang sapi yang dikeluarkan ayahnya, Prayitno, yakni sebesar Rp 170 ribu per tahun. Tempat tinggal yang dihuninya tersebut berdiri di atas tanah milik desa dengan kondisi yang memprihatinkan.

Sudah cukup lama Taufik tinggal terpisah dengan ibunya. Walau demikian, Taufik tetap berkomunikasi dengan wanita yang melahirkannya itu. Bahkan saat diterima jadi polisi, ia sempat menelepon sang bunda.

Meski dengan kondisi keluarganya seperti ini, Taufik mengaku dirinya tak mengizinkan adik-adiknya ikut dengan ibunya. Hal itu lantaran Taufik ingin dirinya yang bertanggung jawab untuk mengurus adik-adiknya.

“Ibu tahu saya jadi polisi, ya jelas senengnya anaknya jadi polisi. Selama saya sudah di polda ini belum pernah ketemu soalnya di Bogor. Komunikasi lewat HP sering. 1 tahun nggak ketemu dengan ibu. Ibu pernah datang ke rumah. Saya nggak bolehin ikut Ibu, ya alasanya saya yang tahu. Intinya saya ingin tanggnung jawab adik-adik saya,” jelas dia.

Walaupun pisah dengan sang ibu, dia mengaku pernah melihat adik-adiknya menangis karena merasa kangen. Namun dia berusaha selalu menghibur agar adiknya tetap tegar dan kuat. “Adik saya nangis ya paling kangen sama ibu saya. Tapi kan dia kan banyak main sama temennya. Jadi nggak gitu sedih ya. Ada lah rasa sedih tapi nggak pernah nangis kenceng,” kata Taufik.

Selain itu, Taufik mengaku pernah memiliki seorang kekasih. Namun karena ingin fokus mengejar cita-cita sejak masuk sekolah polisi, ia akhirnya memutuskan untuk tidak memikirkan perihal hubungan cinta.

“Belum punya pacar. Dulu pernah punya pacar pas masuk sekolah itu saya fokus ke sekolah. Nggak kepikiran lagi. Belum kepikiran. Yang penting adik-adik saya sekolah dulu,” tandas Taufik.

Gaji Pertama

Bripda Taufik diketahui merupakan anggota baru di bagian Dit Sabhara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Lelaki itu mengaku ingin memberikan gaji pertamanya keluarga, yakni untuk bapak dan adik-adiknya. Dia bertekad akan memindahkan kerabatnya itu dari rumah bekas kandang sapi ke rumah kontrakan yang lebih baik.

“Biasanya gajinya kan rapelan 2 bulan yang jelas buat bapak sama adik-adik saya dulu. Sementara saya akan ngontrak dulu,” ujar Taufik, Kamis (15/1/2015).

Dia menjelaskan, selama ini adik-adiknya mengalami kesulitan jika ingin belajar lantaran penerangan cahaya yang kurang. Karenanya, ia ingin sang adik bisa tinggal di kontrakan agar bisa belajar lebih nyaman.

“Soalnya kasihan kalau adik adik belajar saat malam. lampunya hidup pas magrib sama pas subuh saja,” ujar tandas Bripda Taufik. (Riz)

 

kisah aiptu jaelani

Kisah Aiptu Jailani tilang anggota KPK dan istrinya sendiri

ILMU KEPOLISIAN – Uang, kehidupan mewah dan memberi setumpuk harta benda pada anak-istri, kerap menjadi penggoda bagi siapa saja yang bergaji kecil. Tak heran pekerjaan yang dekat dengan ‘lahan basah’ selalu menjadi incaran siapa saja di negeri ini. Berikut kisah AIPTU Jailani seorang anggota Polri yang jujur dan berani karena benar, sebagaimana dilansir oleh laman merdeka.com

Di kepolisian misalnya, di korps kesatuan lalu lintas, sudah menjadi rahasia umum, kalau menjadi ‘lahan basah’ bagi anggota kepolisian, mulai dari pengadaan Surat Izin Mengemudi (SIM) hingga surat tilang.

Di tengah-tengah gencarnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas kasus korupsi Simulator SIM di Satlantas Polri, masyarakat disuguhkan aksi jujur seorang anggota Polantas di Polres Gresik, Jawa Timur. Karena ketegasannya dan anti suap, namanya menjadi tenar melebihi nama kapolresnya sendiri. Bahkan dia kerap menerima penghargaan atas kejujuran dan keteladanannya selama 23 tahun mengabdi di korps baju coklat.

Adalah Aiptu Jailani, anggota Satlantas Polres Gresik, yang sempat menerima penghargaan dari Polda Jawa Timur karena kredit point dengan jumlah surat tilang terbanyak, yaitu 2400 surat tilang selama satu tahun. Itu artinya, setiap hari rata-rata dia menilang enam hingga delapan pelanggar lalu lintas.

Yang ditilang Jailani pun beragam, mulai dari warga sipil, petinggi polisi, TNI, wartawan hingga pejabat Pemkab Gresik. Bahkan, di tahun 2012, suami dari Rahmawati itu, pernah menilang seorang anggota KPK dan istrinya sendiri.

Saat itu, diceritakan Jailani, dia melihat mobil yang menerobos lampu merah, lalu saya kejar. “Saat mobil sudah saya hentikan, saya mencatat surat tilang, lalu si pengemudi keluar dan menyodorkan uang Rp 50 ribu kepada saya,” ungkap Jailani.

Mendapat uang itu, yang entah jebakan atau memang sengaja menguji kejujuran Jaelani, bapak dari Nilam AW (15) dan M Karim (13) itu menolak dan meminta yang bersangkutan mengikuti aturan yang berlaku.

Ditolak oleh si polisi, si pengemudi malah mengeluarkan tanda anggota KPK sambil meminta ‘damai’ yang padahal, mestinya anggota KPK yang notabene-nya petugas pemberantas tindak korupsi, men-support anti suap.

“Mesti begitu, ya tetap saya proses. Sebab cara mengemudinya, bisa membahayakan orang lain dan dirinya sendiri,” kata Jailani tanpa menyebut nama si pengemudi sambil memperagakan cara anggota KPK itu memperlihatkan identitasnya.

Tak hanya anggota KPK, Jailani juga pernah menilang seorang perwira dari Polda Jawa Timur yang tinggal di daerah Gresik. Gara-garanya, si perwira tersebut memarkir kendaraannya tepat di rambu larangan parkir. Padahal, mobilnya itu di depan rumahnya sendiri, yang berada tepat di pinggir salah satu jalan protokol.

Kemudian, keesokan harinya, sekitar pukul 06.00 WIB, Jailani yang melihat itu, mendatangi rumah si perwira dan mengetuk pintu rumahnya. Sang pemilik rumah marah dengan ulah Jailani dan menelepon Kapolres Gresik agar menindak tegas ulah Jailani.

“Saat itu, saya meminta surat-surat mobilnya untuk saya periksa dan beliau (si perwira Polda Jatim) bilang: Saya ini dari Polda loh Dik. Saya bisa saja meminta kapolres untuk memberi sanksi sama kamu. Tapi akhirnya beliau memahami soal aturan lalu lintas dan mengerti dengan tugas dan tanggung jawab saya sebagai petugas,” kata Jailani menceritakan pengalamannya.

Selanjutnya, kisah aksi tilang Jailani yang paling diingat oleh warga Gresik. Kisah Polantas kelahiran Jombang 44 tahun silam itu, ketika menilang sang istri, Rahmawati (45), warga Jalan Jaksa Agung Suprapto Gg 6D/23 pada bulan Maret 2012.

Saat itu, Jailani bertugas mengamankan Car Free Day (CFD). Istrinya yang dalam perjalanan pulang, melintasi gang kecil dan terjebak di jalur CFD. Oleh polisi lain, Rahmawati diarahkan keluar dari area CFD. Sayang, pelanggaran itu, diketahui suaminya yang tengah mensweeping pengendara motor yang melanggar rambu CFD.

Rahmawati pun mendapat tilang dari sang suami. “Untung hari itu, hanya teguran tilang simpatik saja, sehingga istri saya tidak sampai disidang. Dan untungnya juga, istri saya mau mengerti dan memahami tindak tegas saya. Justru dia mendukung aksi saya,” ungkap Jailani sembari tersenyum geli.

bripda eka

Kisah Bripda EKA yang nyambi jadi tukang tambal ban

ILMU KEPOLISIAN– Berikut adalah kisah seorang polwan yang nyambi jadi tukang tambal ban di Polda Jawa Tengah sebagaimana dilansir oleh laman kompas.com beberapa waktu yang lalu…Bengkel tambal ban sekaligus rumah yang ditinggali Bripda Eka Yuli Andini (19) bersama keluarganya terbilang kurang layak. Rumah yang terletak di Jalan Veteran, Pasar Sapi, Salatiga, ini hanya berukuran 6 x 6 meter. Dindingnya dari papan dan lantai plesteran menghitam akibat ceceran oli.

Di rumah itu, ada dua kamar berpintu gorden yang menjadi tempat istirahat Eka bersama adik dan kedua orangtuanya. Tidak ada ruang tamu atau ruang keluarga di sana. Kamar tidur tanpa ventilasi itu langsung berbatasan dengan ruang tamu yang penuh dengan peralatan bengkel dan onderdil kendaraan.

Rumah kontrakan Bripda Eka juga tidak mempunyai halaman. Teras berukuran 2 x 3 meter difungsikan sebagai tempat kerja ayahnya untuk menambal ban. Tempat itu langsung berbatasan dengan trotoar jalan raya.

“Rumah ini kontrak per tahunnya Rp 2 juta, kata ibu. Selama tinggal di sini, pernah kebanjiran tiga kali. Air saat itu meninggi selutut,” kata Bripda Eka yang ditemui, Rabu (25/2/2015) sore.

Kena tipu

Memang, di rumah itu terlihat beberapa bagian atap rumah yang bocor. Kebetulan saat Kompas.com berkunjung ke sana, hujan turun sangat deras. Saat melongok ke atas, terlihat banyak kayu yang sudah lapuk dan beberapa genting ada yang melorot. “Kami pindah di sini tahun 2005. Saat itu, saya masih kelas III SD. Ceritanya kami ditipu,” ujar Eka.

Menurut Eka, kedua orangtuanya, Sabirin (49) dan Darwanti (40), dulu mempunyai sebuah rumah di Kebonsari, Kalicacing, Salatiga. Rumah itu ditinggali bersama dengan kakek Eka. Namun, sepeninggal sang kakek, keluarga Sabirin terpaksa angkat kaki dari rumah itu lantaran ada pihak ketiga yang mengklaim memiliki rumah tersebut.

“Rumah kami sudah diambil orang karena kena tipu. Kata ibu, dulu rumah itu dibeli oleh Mbah (kakek). Tapi, sayangnya, karena orang zaman dulu, jual belinya antar-dua orang tidak pakai surat-surat. Saat kakek meninggal tahun 2005, kami diusir,” kenang Eka.

Tidak terasa, hampir 10 tahun, Eka dan keluarganya menempati rumah kontrakan sekaligus tempat ayahnya mengais rezeki. Namun, kenangan akan rumah lamanya di Kebonsari masih teringat sampai sekarang. “Sampai-sampai, bapak menamai bengkel ini Bonsa. Itu diambil dari nama kampung kami dulu, Kebonsari,” tutur Eka.

“Tapi, kami sudah ikhlaskan, insya Allah mau beli rumah kalau uangnya sudah cukup,” kata Eka sambil tersenyum.

Kini, Eka hanya berharap dengan penghasilannya sebagai polisi, kondisi perekonomian keluarganya dapat terbantu. Sejak dua bulan bertugas menjadi anggota Sabhara Polresta Salatiga, Eka mengaku sudah sekali menerima gaji, yang seluruhnya diserahkan kepada sang ibu. “Belum lama ini terima, dirapel (dua bulan),” kata Eka lagi.

Kisah-AKP-Eny-Suprapti-SE-MH-mantan-tukang-sayur-yang-jadi-Kanit-Bimmas--300x225

Kisah AKP Eny Suprapti SE MH (mantan tukang sayur yang jadi Kanit Bimmas )

 

ILMU KEPOLISIAN – Perjalanan hidup anggota Polri yang menyimpan cerita bagi anggota yang bersangkutan, ternyata bisa menjadi sumber motivasi bagi anggota yang lain. Berikut adalah kisah seorang tukang sayur yang berhasil menjadi polwan di Polda Jawa Tengah sebagaimana dilansir oleh laman bhabinkamtibmas.com beberapa waktu yang lalu…

Berbekal kedisiplinan dan tekad yang kuat untuk menggapai cita-cita, Eny Suprapti meniti karier sebagai polisi wanita. Siapa sangka masa remajanya ia lalui dengan perjuangan yang berat akibat keterbatasan ekonomi. Wanita yang telah menginjak usia 38 tahun itu kini menempati posisi penting di Polsek Genuk, yakni sebagai Kanit Bimmas dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).

Ibu dua anak ini menuturkan bagaimana awal ia menempuh studi di Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) hingga akhirnya bisa menjadi perwira berpangkat balok dua ini.

Cita-cita menjadi polwan telah ada di benaknya sejak kelas 2 SD. “Waktu itu saat melintas di jalan bersama ayah, ayah saya putar balik motor karena melihat polwan di jalan. Saya ditunjukkan itu loh polwan. Sejak itu saya mulai tertarik jadi polwan,” tuturnya.

Berasal dari keluarga yang kurang mampu, Eny pun sadar cita-citanya itu tidak mudah untuk diraih. Sedari SMP, Eny telah ikut bekerja keras membantu perekonomian orangtuanya. Tujuannya agar beban orangtuanya bisa ringan, dan berharap cita-citanya nanti didukung oleh kedua orangtua.

“Waktu SMP, saya itu jualan jagung rebus keliling di Perumahan Plamongan Indah,” ujarnya.

Bahkan pernah Eny terjebak hingga malam hari di kompleks perumahan itu lantaran hujan deras. Dia hanya berteduh di emperan rumah orang tanpa masuk ke dalam rumah.

Jual sayur
Berjualan jagung rebus itu digeluti Eny hingga tamat SMP. Beranjak ke bangku SMA, ia pun menggeluti pekerjaan baru. “Saya jualan sayur di Pasar Peterongan,” katanya.

Pekerjaan itu dilakukan Eny setiap hari tanpa meninggalkan bangku sekolah. Setiap jam dinding menunjuk pukul 01.00, dia sudah mempersiapkan sepeda ontel lengkap beserta keranjang di sisi kiri dan kanan belakang sepeda yang sudah berisi penuh sayuran.

Ketika sudah siap, dia pun mengayuh sepeda ontel dari rumah orangtuanya di Mranggen, Demak, menuju ke Pasar Peterongan, Semarang. “Itu saya lakukan setiap hari. Jadi sesama tukang sayur kami sering balapan,” kenangnya.

Untuk mendukung cita-citanya selepas SMA, ia mulai melatih diri dan berlatih taekwondo. Ia pun bisa meraih sabuk (ban) merah.

Setelah tamat SMA, Eny mulai menuturkan niatannya untuk mendaftar menjadi anggota polwan kepada orangtuanya. Lantaran kondisi keluarga yang terbilang kurang mampu, terang saja ayah dan ibunya hanya bisa mendukung.

“Saya cuma minta doa restu kepada orangtua. Selebihnya, saya berusaha dan serahkan sepenuhnya kepada Tuhan,” kata Eny.

Berbekal niat kuat, fisik, dan kedisiplinan, Eny pun kemudian mendaftar menjadi anggota polwan pada 1996-1997. Namun ketika seleksi akhir di Jakarta, Eny dinyatakan tidak lolos.

Itu tidak membuatnya kecewa. Entah kebetulan atau tidak, Eny seolah mendapat wangsit di malam sebelum pengumuman kelulusan. “Jadi saya mimpi ada perwira polwan mengajak saya jalan-jalan di SPN. Lalu dia bilang kalau saya tahun ini tidak lolos, namun tahun depan insha Allah saya lolos,” kata wanita yang tinggal di Tlogomulyo, Pedurungan, ini.

Di tahun angkatan 1997-1998, benar saja Eny dinyatakan lolos menjadi anggota polwan berpangkat Bripda. Berselang beberapa tahun kemudian, Eny pun melanjutkan jenjang pendidikannya ke strata satu. Tahun 2008 Eny dinyatakan lulus seleksi Sekolah Calon Perwira (Secapa).

Hingga saat ini, buah dari hasil kerja keras itu sudah dinikmatinya. “Lakukan yang terbaik semampumu, selebihnya, berdoa, dan biarkan Tuhan yang menentukan,” ujar Eny (bhabinkamtibmas.com)

 

metodologi

Pengertian METODOLOGI

ILMU KEPOLISIAN – METODOLOGI adalah sebauh sistem berisikan prinsip-prinsip, praktek-praktek dan prosedur-prosedur yang dipunyai oleh sesuatu bidang ilmu pengetahuan . Termasuk dalam pengertian metodologi adalah logika yang dipunyai dan digunakan berkenaan dengan prinsip-prinsip pengetahuan dan pembentukannya dalam sesuatu bidang ilmu pengetahuan.

Menurut laman wikipediaMetodologi berasal dari bahasa Yunani “metodos” dan “”logos, kata ini terdiri dari dua suku kata yaitu “metha” yang berarti melalui atau melewati dan “hodos” yang berarti jalan atau cara. Metode berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. logos artinya ilmu.

Metodologi adalah ilmu-ilmu/cara yang digunakan untuk memperoleh kebenaran menggunakan penelusuran dengan tata cara tertentu dalam menemukan kebenaran, tergantung dari realitas yang sedang dikaji.

Ilmu terdiri atas empat prinsip:

  1. keteraturan (orde)
  2. sebab-musabab (determinisme)
  3. kesederhanaan (parsimoni)
  4. pengalaman yang dapat diamati (empirisme)

Dengan prinsip-prinsip yang demikian maka ada banyak jalan untuk menemukan kebenaran. Metodologi adalah tata cara yang menentukan proses penelusuran apa yang akan digunakan. Sedangkan Metodologi penelitian adalah tata cara yang lebih terperinci mengenai tahap-tahap melakukan sebuah penelitian.

Pendapat lain tentang metodologi juga dijelaskan oleh Rudi Cahyo “Metodologi adalah sistem panduan untuk memecahkan persoalan, dengan komponen spesifiknya adalah bentuk, tugas, metode, teknik dan alat. Dengan demikian, metode berada di dalam metodologi, atau dengan kata lain, metode lebih berkenaan dengan teknis saja dari keseluruhan yang dibahas dalam metodologi. Dalam konteks penelitian, yang termasuk metode adalah teknik penggalian data, teknik pengolahan data, penentuan populasi serta sampel dan sejenisnya.”

Itulah beberapa pendapat tentang METODOLOGI, semoga bermanfaat…

aksiologi

Pengertian AKSIOLOGI

ILMU KEPOLISIANAKSIOLOGI adalah penjelasan mengenai hakikat nilai-nilai dan penilaian mengenai sesuatu bidang ilmu pengetahuan.

Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunyaAksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu; axios yang berarti sesuai atau wajar. Sedangkan logos yang berarti ilmu. Aksiologi dipahami sebagai teori nilai. Jujun S.Suriasumantri mengartikan aksiologi sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. Menurut John Sinclair, dalam lingkup kajian filsafat nilai merujuk pada pemikiran atau suatu sistem seperti politik, sosial dan agama. Sedangkan nilai itu sendiri adalah sesuatu yang berharga, yang diidamkan oleh setiap insan.

Aksiologi adalah ilmu yang membicarakan tentang tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri. Jadi Aksiologi merupakan ilmu yang mempelajari hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan, dan sebenarnya ilmu pengetahuan itu tidak ada yang sia-sia kalau kita bisa memanfaatkannya dan tentunya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan di jalan yang baik pula. Karena akhir-akhir ini banyak sekali yang mempunyai ilmu pengetahuan yang lebih itu dimanfaatkan di jalan yang tidak benar.

Pembahasan aksiologi menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu. Ilmu tidak bebas nilai. Artinya pada tahap-tahap tertentu kadang ilmu harus disesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan moral suatu masyarakat; sehingga nilai kegunaan ilmu tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan bersama, bukan sebaliknya malahan menimbulkan bencana.

Penilaian Dalam Aksiologi

Dalam aksiologi, ada dua penilain yang umum digunakan, yaitu etika dan estetika. Etika adalah cabang filsafat yang membahas secara kritis dan sistematis masalah-masalah moral. Kajian etika lebih fokus pada prilaku, norma dan adat istiadat manusia. Etika merupakan salah-satu cabang filsafat tertua. Setidaknya ia telah menjadi pembahasan menarik sejak masa Sokrates dan para kaum shopis. Di situ dipersoalkan mengenai masalah kebaikan, keutamaan, keadilan dan sebagianya. Etika sendiri dalam buku Etika Dasar yang ditulis oleh Franz Magnis Suseno diartikan sebagai pemikiran kritis, sistematis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral. Isi dari pandangan-pandangan moral ini sebagaimana telah dijelaskan di atas adalah norma-norma, adat, wejangan dan adat istiadat manusia. Berbeda dengan norma itu sendiri, etika tidak menghasilkan suatu kebaikan atau perintah dan larangan, melainkan sebuah pemikiran yang kritis dan mendasar. Tujuan dari etika adalah agar manusia mengetahi dan mampu mempertanggungjawabkan apa yang ia lakukan.

Kegunaan Aksiologi  Terhadap Tujuan Ilmu Pengetahuan

Berkenaan dengan nilai guna ilmu, baik itu ilmu umum maupun ilmu agama, tak dapat dibantah lagi bahwa kedua ilmu itu sangat bermanfaat bagi seluruh umat manusia, dengan ilmu sesorang dapat mengubah wajah dunia.

Nilai kegunaan ilmu, untuk mengetahui kegunaan filsafat ilmu atau untuk apa filsafat ilmu itu digunakan, kita dapat memulainya dengan melihat filsafat sebagai tiga hal, yaitu:

  1. Filsafat sebagai kumpulan teori digunakan memahami dan mereaksi dunia pemikiran.

Jika seseorang hendak ikut membentuk dunia atau ikut mendukung suatu ide yang membentuk suatu dunia, atau hendak menentang suatu sistem kebudayaan atau sistem ekonomi, atau sistem politik, maka sebaiknya mempelajari teori-teori filsafatnya. Inilah kegunaan mempelajari teori-teori filsafat ilmu.

  1. Filsafat sebagai pandangan hidup.

Filsafat dalam posisi yang kedua ini semua teori ajarannya diterima kebenaranya dan dilaksanakan dalam kehidupan. Filsafat ilmu sebagai pandangan hidup gunanya ialah untuk petunjuk dalam menjalani kehidupan.

  1. Filsafat sebagai metodologi dalam memecahkan masalah.

Dalam hidup ini kita menghadapi banyak masalah. Bila ada batui didepan pintu, setiap keluar dari pintu itu kaki kita tersandung, maka batu itu masalah. Kehidupan akan dijalani lebih enak bila masalah masalah itu dapat diselesaikan. Ada banyak cara menyelesaikan masalah, mulai dari cara yang sederhana sampai yang paling rumit. Bila cara yang digunakan amat sederhana maka biasanya masalah tidak terselesaikan secara tuntas.penyelesaian yang detail itu biasanya dapat mengungkap semua masalah yang berkembang dalam kehidupan manusia.

Kaitan Aksiologi Dengan Filsafat Ilmu

Nilai itu bersifat objektif, tapi kadang-kadang bersifat subjektif. Dikatakan objektif jika nilai-nilai tidak tergantung pada subjek atau kesadaran yang menilai. Tolak ukur suatu gagasan berada pada objeknya, bukan pada subjek yang melakukan penilaian. Kebenaran tidak tergantung pada kebenaran pada pendapat individu melainkan pada objektivitas fakta. Sebaliknya, nilai menjadi subjektif, apabila subjek berperan dalam memberi penilaian; kesadaran manusia menjadi tolak ukur penilaian. Dengan demikian nilai subjektif selalu memperhatikan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi manusia, seperti perasaan yang akan mengasah kepada suka atau tidak suka, senang atau tidak senang.

Bagaimana dengan objektivitas ilmu? Sudah menjadi ketentuan umum dan diterima oleh berbagai kalangan bahwa ilmu harus bersifat objektif. Salah satu faktor yang membedakan antara peryataan ilmiah dengan anggapan umum ialah terletak pada objektifitasnya. Seorang ilmuan harus melihat realitas empiris dengan mengesampingkan kesadaran yang bersifat idiologis, agama dan budaya. Seorang ilmuan haruslah bebas dalam menentukan topik penelitiannya, bebas melakukan eksperimen-eksperimen. Ketika seorang ilmuan bekerja dia hanya tertuju kepada proses kerja ilmiah dan tujuannya agar penelitiannya be rhasil dengan baik. Nilai objektif hanya menjadi tujuan utamanya, dia tidak mau terikat pada nilai subjektif .

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Tafsir Filsafat Umum, (Bandung, 1990).

Al-Ghazali, Setitik Cahaya Dalam Kegelapan,

Jujun S. Suriasuantrim Filsafah Ilmu, Sebuah Pengembangan Populasi. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta 1998

Tim Dosen Filsafah Ilmu, Filsafat Ilmu (Yogyakarta, 1996)

ontologi

Pengertian ONTOLOGI

ILMU KEPOLISIANONTOLOGI adalah kejelasan mengenai keberadaan sesuatu bidang ilmu pengetahuan dalam kaitannya dengan bidang atau bidang-bidang ilmu pengetahuan lainnya.

Menurut laman wikipedia dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan ONTOLOGI adalah salah satu kajian filsafat yang paling kuno dan berasal dari Yunani, yang membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret.

Ontologi (dari ν Yunani, ντος genitive: “menjadi” (partisip netral dari εναι: “menjadi”)dan-λογία,-logia: ilmu, penelitian, teori) adalah studi filosofis tentang hakikat ini, eksistensi atau kenyataan seperti itu, serta menjadi kategori dasar dan hubungan mereka.

Tokoh Yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis dikenal seperti Thales, Plato, dan Aristoteles . Pada masanya, kebanyakan orang belum bisa membedakan antara penampakan dengan kenyataan. Thales terkenal sebagai filsuf yang pernah sampai pada kesimpulan bahwa air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula segala sesuatu. Namun yang lebih penting ialah pendiriannya bahwa mungkin sekali segala sesuatu itu berasal dari satu substansi belaka (sehingga sesuatu itu tidak bisa dianggap ada berdiri sendiri).

Hakekat kenyataan atau realitas memang bisa didekati ontologi dengan dua macam sudut pandang:

  1. Kuantitatif, yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan itu tunggal atau jamak?
  2. Kualitatif, yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan (realitas) tersebut memiliki kualitas tertentu, seperti misalnya daun yang memiliki warna kehijauan, bunga mawar yang berbau harum.

Secara sederhana ontologi bisa dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari realitas atau kenyataan konkret secara kritis.

Beberapa aliran dalam bidang ontologi, yakni realisme, naturalisme, empirisme

Istilah istilah terpenting yang terkait dengan ontologi adalah:

  • yang-ada (being)
  • kenyataan/realitas (reality)
  • eksistensi (existence)
  • esensi (essence)
  • substansi (substance)
  • perubahan (change)
  • tunggal (one)
  • jamak (many)

Ontologi ini pantas dipelajari bagi orang yang ingin memahami secara menyeluruh tentang dunia ini dan berguna bagi studi ilmu-ilmu empiris (misalnya antropologi, sosiologi, ilmu kedokteran, ilmu budaya, fisika, ilmu teknik dan sebagainya).

PENGERTIAN ONTOLOGI MENURUT PARA AHLI

Menurut Suriasumantri (1985),

Ontologi membahas tentang apa yang ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, atau, dengan kata lain suatu pengkajian mengenai teori tentang “ada”. Telaah ontologis akan menjawab pertanyaan-pertanyaan :

  1. Apakah obyek ilmu yang akan ditelaah,
  2. Bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut, dan
  3. Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia

(seperti berpikir, merasa, dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan.

Menurut Soetriono & Hanafie (2007)

Ontologi yaitu merupakan azas dalam menerapkan batas atau ruang lingkup wujud yang menjadi obyek penelaahan (obyek ontologis atau obyek formal dari pengetahuan) serta penafsiran tentang hakikat realita (metafisika) dari obyek ontologi atau obyek formal tersebut dan dapat merupakan landasan ilmu yang menanyakan apa yang dikaji oleh pengetahuan dan biasanya berkaitan dengan alam kenyataan dan keberadaan.

Menurut Pandangan The Liang Gie

Ontologi adalah bagian dari filsafat dasar yang mengungkap makna dari sebuah eksistensi yang pembahasannya meliputi persoalan-persoalan :

  • Apakah artinya ada, hal ada ?
  • Apakah golongan-golongan dari hal yang ada ?
  • Apakah sifat dasar kenyataan dan hal ada ?
  • Apakah cara-cara yang berbeda dalam mana entitas dari  kategori-kategori logis yang berlainan (misalnya objek-objek fisis, pengertian universal, abstraksi dan bilangan) dapat dikatakan ada ?

Menurut Ensiklopedi Britannica Yang juga diangkat dari Konsepsi Aristoteles

Ontologi Yaitu teori atau studi tentang being / wujud seperti karakteristik dasar dari seluruh realitas. Ontologi sinonim dengan metafisika yaitu, studi filosofis untuk menentukan sifat nyata yang asli (real nature) dari suatu benda untuk menentukan arti , struktur dan prinsip benda tersebut. (Filosofi ini didefinisikan oleh Aristoteles abad ke-4 SM)

Itulah beberapa pengertian dari ONTOLOGI semoga bermanfaat untuk kita semua….

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Tafsir Filsafat Umum, (Bandung, 1990).

Al-Ghazali, Setitik Cahaya Dalam Kegelapan,

Jujun S. Suriasuantrim Filsafah Ilmu, Sebuah Pengembangan Populasi. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta 1998

Tim Dosen Filsafah Ilmu, Filsafat Ilmu (Yogyakarta, 1996)

eklektik

Pengertian EKLEKTIK

 

ILMU KEPOLISIANEKLEKTIK memiliki beberapa pengertian yang berbeda-beda namun sebenarnya memiliki sebuah arti inti yang sama, berikut saya sajikan beberapa pengertian EKLEKTIK dari berbagai sumber untuk menambah pengetahuan kita.

  1. Pengertian kata EKLEKTIK menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bersifat memilih yg terbaik dari berbagai sumber (tt orang, gaya, metode).
  2. Menurut laman persamaankata dijelaskan bahwa pengertian EKLEKTIK adalah memiliki persamaan kata (sinonim) dengan kata pilih-pilih atau selektif.
  3. Menurut Putri Hardiyanti dalam blogspot nya menjelaskan tentang metode EKLEKTIK dalam pembelajaran Bahasa Arab dengan pengertian yang berbeda. “Salah satu metode pengajaran yang dapat digunakan dalam  pengajaran Bahasa Arab adalah metode Pembelajaran Eklektik (Thariqah Al-Intiqaiyyah) yaitu suatu metode pembelajaran yang lebih banyak ditekan kan pada kemahiran mendengar (istima’), kalam (berbicara), kitabah (menulis), qiraah (membaca), dan memahami pengertian-pengertian tertentu. Metode eklektik ini lahir berawal dari ketidakpuasan  terhadap metode lain atau metode sebelumnya, tapi pada waktu yang  sama metode itu terjebak dalam kelemahan yang dahulu menjadi penyebab lahirnya metode yang dikritiknya. Metode-metode datang  silih berganti dengan kekuatan dan kelemahan yang silih berganti pula.”
  4. Dalam ilmu psikologi dikenal dengan istilah Konseling Eklektik. Istilah Konseling Eklektik (Eclectic Counseling) menunjuk pada suatu sistematika dalam konseling yang berpegang pada pandangan teoretis dan pendekatan (approach), yang merupakan perpaduan dan berbagai unsur yang diambil atau dipilih dari beberapa konsepsi serta pendekatan. Konseling Eklektik merupakan suatu model pendekatan konseling yang dilakukan dengan cara menggabungkan berbagain teori atau metode ke dalam suatu program perlakuan. Pengertian Teori Eklektik menurut para ahli adalah sebagai berikut : a. Menurut Norcross, 1987 ; Proschaska & Norcross, 1999. “Eklektik didefinisikan secara sederhana dalam bentuk penggunaan lebih dari satu pendekatan untuk menangani masalah konseling.”  b. Menurut pandangan Shertzer dan Stone dalam buku Fundamentals of Counseling. “Konseling Eklektik sebagaimana dikonsepsikan oleh Thorne, mengandung unsur-unsiir positif dan negatif. Sebagai unsur positif disebut: usaha menciptakan suatu sistematika dalam memberikan layanan konseling; menghindari pbsisi dogmatik dan kaku dengan berpegang pada satu kerangka teoretis dan pendekatan praktis saja. Sebagai unsur negatif disebut: menjadi mahir dalam penerapan satu pendekatan konseling tertentu sudah cukup sulit bagi seorang konselor, apalagi mengembangkan suatu pendekatan konseling yang memadukan unsur-unsur dari berbagai pendekatan konseling; konseling dapat merasa bingung bila konselor mengubah-ubah siasatnya sesuai dengan keadaan konseli pada fase-fase tertentu dalam proses konseling; diragukan apakah konselor mampu menehtukan siasat yang paling sesuai hanya berdasarkan reaksi dan tanggapan konseli pada saat-saat tertentu selama proses konseling berlangsung” c. Menurut Gilliland, 1984. “Mengemukakan bahwa konseling elektik adalah teori konseling yang tidak memiliki teori atau prinsip khusus tentang kepribadian.” d.  Menurut Thorne (1961). “Mengemukakan bahwa konseling elektik menggunakan data klien yang utama adalah dari studi secara individual yang meliputi keseluruhan kehidupan yang selalu berubah.”
  5. Sedangkan menurut Keiza Amorani dalam bukunya Ide-Ide Segar Menata Rumah terbitan Gramedia Pustaka Utama menjelaskan konsep gaya EKLEKTIK sebagai berikut :
  • Gaya eklektik muncul pada awal abad ke-20. Pada masa itu, rumah adalah simbol kekayaan dan kemakmuran. Semakin mewah isi rumah, semakin tinggi derajat kebangsawanan seseorang untuk diakui. Secara estetika, gaya ini lebih berkaca pada gaya masa lampau ketimbang pada masa depan. Tak heran, di dalamnya terdapat berbagai unsur arsitektur seperti gothic, rococo, dan victorian.Namun, eklektik juga menjadi simbol romantisme dalam arsitektur karena di dalamnya terdapat beragam detail yang penuh cerita sejarah. Maksimalis, begitulah kata lain untuk eklektik.
  • Tiga elemen eklektik
    Eklektik dibagi menjadi tiga tipe. Berikut ini pernik-pernik eklektik berdasarkan tipe itu, dan Anda bisa memilih salah satunya untuk diterapkan sebagai aksentuasi yang akan memperindah rumah Anda:
    a. Eksotik – hippy

    – Dipan dengan aneka bantal bersulam atau bordir.
    – Kain kaya motif dengan aksen manik-manik.
    Upholstery ala India warna fuchshia dan indigo.
    – Kain sari dan kaca.
    – Warna bumi ala Maroko.
    – Motif China berupa warna merah cabai atau hijau dengan aksen hitam.
    b. Romantik-feminin

    – Motif bunga, sulur, dan tanaman.
    – Bahan upholstery yang terbuat dari kain halus, sutra, atau bulu angsa.
    – Warna pink pastel kebiruan dipadu ungu lavender, merah stroberi, dan turkoise terang.
    – Kursi klasik dengan penutup kain berenda.
    c. Penuh seni

    – Furnitur antik dan desain beraliran dekonstruksi atau asimetris.
    – Cat tembok bertekstur.
    Upholstery berupa patchwork.
    – Lukisan artwork.

Itulah beberapa pengertian tentang EKLEKTIK semoga bermanfaat untuk kita semua…

budaya

RESUME CATATAN KULIAH PROF RONNY

 
 
 
 
 

RESUME CATATAN KULIAH PROF RONNY

Bayu Suseno

NIM : S32015226002

 

PERTEMUAN I

  • Definisi kebudayaan itu banyak sekali pengertiannya, setidaknya terdapat 6 pendapat menurut ahli di Indonesia yaitu kuncaraningrat, parsudi suparlan, ki hajar dewantoro, ki mangunsarkoro, Dr M Hatta dan selo sumarjan.

Kebudayaan menurut ahli dari dalam negri

  • Kebudayaan menurut Kuncaraningrat “Ada tiga wujud kebudayaan menurut Koentjaraningrat (1979: 186-187).”
  1. Pertama wujud kebudayaan sebagai ide, gagasan, nilai, atau norma. Wujud pertama berbentuk absarak, sehingga tidak dapat dilihat dengan indera penglihatan. Wujud ini terdapat di dalam pikiran masyarakat. Ide atau gagasan banyak hidup bersama dengan masyarakat. Gagasan itu selalu berkaitan dan tidak bisa lepas antara yang satu dengan yang lainnya. Keterkaitan antara setiap gagasan ini disebut sistem. Koentjaraningrat mengemukaan bahwa kata ‘adat’ dalam bahasa Indonesia adalah kata yang sepadan untuk menggambarkan wujud kebudayaan pertama yang berupa ide atau gagasan ini. Sedangkan untuk bentuk jamaknya disebut dengan adat istiadat (1979: 187).
  2. Kedua wujud kebudayaan sebagai aktifitas atau pola tindakan manusia dalam masyarakat. Wujud kebudayaan yang kedua disebut dengan sistem sosial (Koentjaraningrat, 1979: 187). Sistem sosial dijelaskan Koentjaraningrat sebagai keseluruhan aktifitas manusia atau segala bentuk tindakan manusia yang berinteraksi dengan manusia lainnya. Aktifitas ini dilakukan setiap waktu dan membentuk pola-pola tertentu berdasarkan adat yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Tindakan-tindakan yang memiliki pola tersebut disebut sebagai sistem sosial oleh Koentjaraningrat. Sistem sosial berbentuk kongkrit karena bisa dilihat pola-pola tindakannya dengan indra penglihatan.
  3. Ketiga adalah wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Kemudian wujud ketiga kebudayaan disebut dengan kebudayaan fisik (Koentjaraningrat, 1979: 188). Wujud kebudayaan ini bersifat konkret karena merupakan benda-benda dari segala hasil ciptaan, karya, tindakan, aktivitas, atau perbuatan manusia dalam masyarakat.Koentjaraningrat juga mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan yaitu bahasa, kesenian, sistem religi, sistem teknologi, sistem mata pencaharian, organisasi sosial, dan sistem ilmu pengetahuan (Koentjaraningrat, 1979: 203-204). Ketujuh unsur kebudayaan ini disebut Koentjaraningrat sebagai unsur kebudayaan universal karena selalu ada pada setiap masyarakat. Koentjaraningrat menjelaskan bahwa ketujuh unsur tersebut dapat diperinci lagi menjadi sub unsur hingga beberapa kali menjadi lebih kecil.Koentjaraningrat menjelaskan bahwa ketujuh unsur tersebut sudah pasti menjelma dalam tiga wujud kebudayaan. Sebagai contoh Koentjaraningrat menjelaskan bahwa sistem religi dapat dibagi menjadi tiga wujud kebudayaan. Dalam wujud kebudayaan yang pertama atau ide atau gagasan, sistem religi memiliki gagasan tentang Tuhan, dewa-dewi, roh-roh halus, surga dan neraka, rengkarnasi, dan sebagainya. Lalu sebagai wujud kebudayaan yang kedua atau sistem sosial, sistem religi juga mempunyai pola-pola aktifitas atau tindakan seperti upacara atau ritual baik yang diadakan musiman atau setiap hari. Kemudian sistem religi juga mempunyai benda-benda yang dianggap suci, sakral, atau religius sebagai bentuk wujud kebudayaan ketiga yaitu kebudayaan fisik atau artefak.Bibliografi:
    1987.Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI Press
    _____________. 2005. Pengantar Antropologi II, Pokok-pokok Etnografi. Jakarta: Rineka Cipta
  • Kebudayaan menurut Parsudi Suparlan “Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya”
  • Kebudayan menurut Selo Sumardjan ‘Kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.’
  • Kebudayaan menurut Ki Mangunsarkoro “Kebudayaan adalah segala yang merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas-luasnya”
  • Kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara “kebudayaan berarti buah budi manusia, adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai”
  • Kebudayaan menurut Dr Mohamad Hatta ‘Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa’

Kebudayaan menurut ahli dari luar negri

  • Ralph Linton “Adalah keseluruhan total dari pengetahuan, kemampuan dan pola kebiasaannya yang dibagikan dan disebarkan oleh member atau anggota dari masyarakat tersebut”
  • EB Taylor “Pengertian kebudayaan adalah keseluruhan kompleks dari ide dan segala sesuatu yang dihasilkan manusia, pengalaman historisnya. Termasuk disini adalah pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, kebiasaan, kemampuan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat”
  • Klukhon, Kelly “Adalah keseluruhan desain sejarah untuk hidup baik secara terlihat maupun kasat mata, sesuatu yang rasional dan tidak rasional yang ada pada saat diperoleh sebagai sebuah potensi yang dapat mengarahkan kebiasaan manusia.”

Paradigma Kebudayaan

  • Etnocentrism “Adalah paham yang berpendapat bahwa kebudayaannya sendiri adalah kebudayaan yang lebih tinggi dari kebudayaan lainnya. Dia menganggap bahwa kebudayaannya merupakan patokan bagi kebudayaan lainnya.”
  • Cultural Relativism “Adalah paham yang berpendapat bahwa semua kebudayaan yang ada di dunia ini mempunyai derajat yang sama dengan kebudayaan lainnya, tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah. Jadi semua kebudayaan itu memiliki kedudukan yang sama”

PERTEMUAN II

  1. Membahas kasus Anjeline dari sisi kebudayaan dan gesture atau gerakan bagian tubuh (tersangka) yang secara alami tidak bisa menutupi suatu kebohongan yang sudah diciptakannya.
  2. Ilmu tentang gesture ini banyak digunakan di berbagai Negara sebagai petunjuk yang bisa dipelajari oleh penyidik pada saat melakukan pemeriksaan atau interogasi terhadap tersangka.
  3. Prof Ronny pada saat kunjungan ke Polda Bali menginginkan agar bisa diberi waktu untuk menjelaskan kepada penyidik yang menangani kasus Anjeline karena hasil pengamatan Prof Ronny terhadap ibu tiri Anjeline saat diwawancarai di sebuah televise swasta, terlihat ada beberapa gerakan bagian tubuhnya yang aneh dan tidak wajar. Dan berkali-kali tangan ibu tiri tersebut selalu menunjukkan arah ke dalam rumah. Berarti kemungkinan besar Anjeline memang ada di dalam rumah tersebut. Namun pada saat itu justru yang hadir adalah pejabat utama Polda, itupun hanya sebentar saja dan tidak bisa focus karena mereka ternyata juga menunggu kunjungan dari Tim Wasrik.
  4. Oleh karena itu Prof Ronny menghimbau agar polisi juga harus belajar ilmu tentang gesture tersebut agar dapat melihat petunjuk yang sebenarnya tidak lazim yang dilakukan oleh seorang tersangka untuk menutupi kejahatannya sehingga kasus yang ditangani oleh penyidik Polri dapat segera diselesaikan dengan cepat.
  5. Contoh lainnya adalah melihat kepribadian seseorang dengan melihat bentuk wajahnya. Prof Ronny membandingkan antara foto Prabowo, dengan foto George bush. Ternyata dari bentuk wajah, bentuk dagu dan kening tersebut bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa seseorang itu memiliki kepribadian tertentu, dan hal ini bisa dipelajari dan bisa dijadikan sebagai kemampuan tambahan oleh seorang penyidik Polri.

 

PERTEMUAN III

  1. Membahas tentang Disertasi yang dibuat oleh Gatot Edy yaitu tentang transformasi ormas menjadi kelompok kekerasan yang terjadi di wilayah Jakarta Selatan.
  2. Teori yang digunakan oleh Gatot Edy adalah Sub Kebudayaan Miller, Sub kebudayaan disebut sebagai lower-class subculture yang menekankan nilai-nilai yang dibangun di atas enam focal concerns yaitu: Trouble, Toughness, Smartnes, Excitement, Fate dan Autonomy
  3. Membahas juga tentang revisi KUHP utamanya pasal 170 KUHP yaitu tentang pengeroyokan. Bahwa seharusnya pasal ini harus dihapus dan salah total karena dalam suatu perkara pidana yang dimaksud dengan pelaku ada barangsiapa (subyek tunggal), pertanggungjawaban pidana adalah merupakan tanggungjawab seseorang (pribadi) atas perbuatan (pidana) yang telah dilakukannya.
  4. Tindakan yang dilakukan secara bersama-sama seharusnya diatur dalam KUH Perdata bukan KUHP
  5. Dalam menyusun sebuah disertasi harus memilih topic yang relevan dengan kemampuan mahasiswa, mampu dalam hal menguasai materi dan teorinya, mampu juga untuk melakukan penelitian atas topik yang sudah dipilih.

 

epistemologi

Pengertian EPISTEMOLOGI

 

ILMU KEPOLISIAN – EPISTEMOLOGI adalah sebuah kajian ilmu filsafat dan atau kajian itu sendiri , yaitu sebuah teori mengenai hakikat pengetahuan dari sesuatu bidang ilmu pengetahuan.

Menurut laman wikipedia disebutkan bahwa Epistemologi, (dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan. Topik ini termasuk salah satu yang paling sering diperdebatkan dan dibahas dalam bidang filsafat, misalnya tentang apa itu pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, macamnya, serta hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan.

Epistemologi atau Teori Pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, diantaranya; metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis.

Metode-metode untuk memperoleh pengetahuan

a. Empirisme

Empirisme adalah suatu cara/metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman. John Locke, bapak empirisme Britania, mengatakan bahwa pada waktu manusia di lahirkan akalnya merupakan jenis catatan yang kosong (tabula rasa),dan di dalam buku catatan itulah dicatat pengalaman-pengalaman inderawi. Menurut Locke, seluruh sisa pengetahuan kita diperoleh dengan jalan menggunakan serta memperbandingkan ide-ide yang diperoleh dari penginderaan serta refleksi yang pertama-pertama dan sederhana tersebut.

Ia memandang akal sebagai sejenis tempat penampungan,yang secara pasif menerima hasil-hasil penginderaan tersebut. Ini berarti semua pengetahuan kita betapapun rumitnya dapat dilacak kembali sampai kepada pengalaman-pengalaman inderawi yang pertama-tama, yang dapat diibaratkan sebagai atom-atom yang menyusun objek-objek material. Apa yang tidak dapat atau tidak perlu di lacak kembali secara demikian itu bukanlah pengetahuan, atau setidak-tidaknya bukanlah pengetahuan mengenai hal-hal yang factual.

b. Rasionalisme

Rasionalisme berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. Bukan karena rasionalisme mengingkari nilai pengalaman, melainkan pengalaman paling-paling dipandang sebagai sejenis perangsang bagi pikiran. Para penganut rasionalisme yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak di dalam ide kita, dan bukannya di dalam diri barang sesuatu. Jika kebenaran mengandung makna mempunyai ide yang sesuai dengan atau menunjuk kepada kenyataan, maka kebenaran hanya dapat ada di dalam pikiran kita dan hanya dapat diperoleh dengan akal budi saja.

c. Fenomenalisme

Bapak Fenomenalisme adalah Immanuel Kant. Kant membuat uraian tentang pengalaman. Barang sesuatu sebagaimana terdapat dalam dirinya sendiri merangsang alat inderawi kita dan diterima oleh akal kita dalam bentuk-bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan jalan penalaran. Karena itu kita tidak pernah mempunyai pengetahuan tentang barang sesuatu seperti keadaannya sendiri, melainkan hanya tentang sesuatu seperti yang menampak kepada kita, artinya, pengetahuan tentang gejala (Phenomenon).

Bagi Kant para penganut empirisme benar bila berpendapat bahwa semua pengetahuan didasarkan pada pengalaman-meskipun benar hanya untuk sebagian. Tetapi para penganut rasionalisme juga benar, karena akal memaksakan bentuk-bentuknya sendiri terhadap barang sesuatu serta pengalaman.

d. Intusionisme

Menurut Bergson, intuisi adalah suatu sarana untuk mengetahui secara langsung dan seketika. Analisa, atau pengetahuan yang diperoleh dengan jalan pelukisan, tidak akan dapat menggantikan hasil pengenalan secara langsung dari pengetahuan intuitif.

Salah satu di antara unsur-unsur yang berharga dalam intuisionisme Bergson ialah, paham ini memungkinkan adanya suatu bentuk pengalaman di samping pengalaman yang dihayati oleh indera. Dengan demikian data yang dihasilkannya dapat merupakan bahan tambahan bagi pengetahuan di samping pengetahuan yang dihasilkan oleh penginderaan. Kant masih tetap benar dengan mengatakan bahwa pengetahuan didasarkan pada pengalaman, tetapi dengan demikian pengalaman harus meliputi baik pengalaman inderawi maupun pengalaman intuitif.

Hendaknya diingat, intusionisme tidak mengingkati nilai pengalaman inderawi yang biasa dan pengetahuan yang disimpulkan darinya. Intusionisme – setidak-tidaknya dalam beberapa bentuk-hanya mengatakan bahwa pengetahuan yang lengkap di peroleh melalui intuisi, sebagai lawan dari pengetahuan yang nisbi-yang meliputi sebagian saja – yang diberikan oleh analisis. Ada yang berpendirian bahwa apa yang diberikan oleh indera hanyalah apa yang menampak belaka, sebagai lawan dari apa yang diberikan oleh intuisi, yaitu kenyataan. Mereka mengatakan, barang sesuatu tidak pernah merupakan sesuatu seperti yang menampak kepada kita, dan hanya intuisilah yang dapat menyingkapkan kepada kita keadaanya yang senyatanya.

e. Dialektis

Yaitu tahap logika yang mengajarkan kaidah-kaidah dan metode penuturan serta analisis sistematik tentang ide-ide untuk mencapai apa yang terkandung dalam pandangan. Dalam kehidupan sehari-hari dialektika berarti kecakapan untuk melekukan perdebatan. Dalam teori pengetahuan ini merupakan bentuk pemikiran yang tidak tersusun dari satu pikiran tetapi pemikiran itu seperti dalam percakapan, bertolak paling kurang dua kutub

EPISTEMOLOGI menurut Bacon

Fisafat Bacon mempunyai peran penting dalam metode Induksi dan sistematis menurut dasar filsafatnya sepenuhnya bersifat praktis, yaitu untuk memberi kekuasaan pada manusia atas alam melalui peyelidikan ilmiah. mam. Karena itu usaha yang ia lakukan pertama kali adalah menegaskan tujuan pengetahuan. Menurutnya, pengetahuan tidak akan mengalami perkembangan, dan tidak akan bermakna kecuali ia mernpunyai kekuatan yang dapat membantu meraih kehidupan yang lebih baik.

Sikap khas Bacon mengenai ciri dan tugas filsafat tampak paling mencolok dalam Novum Organum. Pengetahuan dan kuasa manusia satu sama lain, menurutnya alam tidak dapat dikuasai kecuali dengan jalan menaatinya, agar dapat taat pada alam. Manusia perlu mengenalnya terlebih dahuku dan untuk mengetahui alam diperlukan observasi. Pengetahuan, penjelasan. dan pembuktian.

Umat manusia ingin menguasai alam tetapi menurut Bacon, keinginan itu tidak tercapai sampai pada zamannya hidup, hal ini karena ilmu-imu pengetahuan berdaya guna dalam mencapai hasilnya, sementara logika tidak dapat digunakan untuk mendirikan dan membangun ilmu pengetanuan. Bahkan, Bacon meganggap logika lebih cocok untuk melestarikan kesalahan dan kesesatan yang ada ketimbang mengejar menentukan kebenaran.

Metode Induktif

Induksi yaitu suatu metode yang menyimpulkan pernyataan pernyataan hasil observasi dalam suatu pernyataan yang lebih umum dan menurut suatu pandangan yang luas diterima, ilmu-ilrnu empiris ditandai oleh metode induktif, disebut induktif bila bertolak dari pernyataan tunggal seperti gambaran mengenai hasil pengamatan dan penelitian orang sampai pada pernyataan ­pernyataan universal.

Metode Deduktif

Deduksi adalah suatu metode yang menyimpan bahwa data­-data empirik diolah lebih lanjut dalam suatu sistem pernyataan yang harus ada dalam metode deduktif ialah adanya perbandingan logis antara kesimpulan-kesimpulan itu sendiri. Ada bentuk logis teori itu dengan tujuan apakah teori tersebut mempunyai sifat empiris atau ilmiah, ada perbandingan dengan teori-teori lain dan ada pengujian teori dengan jalan rnenerapkan secara empiris kesimpulan-kesimpulan yang bisa ditarik dari teori tersebut.

Metode Positivisme

Metode ini dikeluarkan oleh August Comte. Metode ini berpangkal dari apa yang diketahui yang faktual yang positif. Dia menyampingkan segala uraian persoalan di luar yang ada sebagai fakta oleh karena itu, ia menolak metafisika yang diketahui positif, adalah segala yang nampak dan segala efode ini dalam bidang filsafat dan ilmu pengetahuan diatasi kepada bidang gejala-gejala saja.

Metode Kontemplatif

Metode ini mengatakan adanya keterbatasan indera dan manusia untuk memperoleh pengetahuan, sehingga objek yang dihasilkanpun akan berbeda-beda seharusnya dikembangkan suatu kemampuan akal yang disebut dengan intuisi.

Metode Dialektis

Dalam filsafat, dialektika mula-mula berarti metode tanya jaujab untuk mencapai kejernihan filsafat. Metode ini diajarkan oleh Socrates. Namun Pidato mengartikannya diskusi logika. Kini dialekta berarti tahap logika, yang mengajarkan kaidah-kaidah dan metode-metode penuturan, juga analisis sistematik tentang ide-ide untuk mencapai apa yang terkandung dalam dan metode peraturan, juga analisis sistematika tentang ide mencapai apa yang terkandung dalam pandangannya.

Itulah beberapa pengertian dari EPISTEMOLOGI, semoga bermanfaat…

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Tafsir Filsafat Umum, (Bandung, 1990).

Al-Ghazali, Setitik Cahaya Dalam Kegelapan,

Jujun S. Suriasuantrim Filsafah Ilmu, Sebuah Pengembangan Populasi. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta 1998

Tim Dosen Filsafah Ilmu, Filsafat Ilmu (Yogyakarta, 1996)